Tuesday, April 6, 2010

The way for know Jesus


If you never felt pain, Then how would you know that I am a Healer?

If you never had to pray, How would you know that I am a Deliverer?

If you never had a trial, How could you call yourself an overcomer?

If you never felt sadness, How would you know that I am a Comforter?

If you never made a mistake, How would you know that I am a forgiver?

If you knew all, How would you know that I will answer your questions?

If you never were in trouble, How would you know that I will come to your rescue?

If you never were broken, Then how would you know that I can make you whole?

If you never had a problem,How would you know that I can solve them?

If you never had any suffering, Then how would you know what I went through?

If you never went through the fire, Then how would you become pure?

If I gave you all things, How would you appreciate them?

If I never corrected you, How would you know that I love you?

If you had all power, Then how would you learn to depend on me?

If your life was perfect, Then what would you need me for?

Love,

Jesus

========================================================

Am i really following Him?


Mengapa kita mengikut Yesus?

Apakah itu karena

Ia dapat menyembuhkanku saat sakit?
Ia dapat membuatku kaya?
Ia dapat membuatku pintar?
Ia dapat membuat hidupku tenang dan damai?
Ia dapat memberikanku kekuasaan?
Ya..Dia mampu mewujudkannya

Tapi

Bukan untuk semua itu Yesus datang sebagai seorang yang miskin
Bukan untuk mendirikan kerajaan seperti yang diharapkan pengikutNya saat itu.
Bukan tentang keinginanKU, mimpiKU, harapanKU, aku, Aku, AKu, dan AKU!!

Mengapa selama ini KeKristenan ditolak?
Mengapa saat ini Yesus ditolak?
Mengapa keKristenan dihujat?
Mengapa orang tidak dapat melihat Kristus dalamku?
Mengapa hidup keKristenanku kosong dan tak berarti?
karena saat aku bilang aku pengikut Yesus yang kukejar adalah kekayaan, kemewahan, kenyamanan, kepopularan dan kekuasaan. Semua adalah tentang aku, Aku, AKu, AKU dan AKU!!!

Tidakkah kita sadar? belumkah kita memahaminya? Apa arti mengikut Yesus yang sesungguhnya?
Itu berarti menanggalkan keAKUan.
Itu berarti berkata kepada Bapa “kehendakMu lah yang terjadi bukan kehendakku”.
Itu berarti menanggalkan mimpi kita untuk mewujudkan mimpi Allah.
Itu berhenti mengejar kekayaan dan kepentingan diri sendiri
Itu berarti membela yang lemah dan teraniaya
Berarti Mengasihi yang terhilang dan tertolak
Berarti Meneladani Yesus
Berarti hidup dalam kesederhanaan
seperti Yesus yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba (Filipi 2:6-7)…

seumur hidupNya, Ia melayani orang-orang miskin, bergaul dengan orang-orang yang dikucilkan dan dibenci masyarakat, dan Ia dekat dengan orang-orang yang remuk hatinya…

Bukan hanya itu, dalam keadaanNya sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib(Filipi 2:8)…

Oleh karena Ia mengasihi aku dan kamu!

Sebuah pertanyaan saat aku berada di bawah salib Yesus…
Masih inginkah kamu mengikuti Aku seperti yang telah Kuteladankan padamu?

Happy Easter Everyone!
For God so love the world that He gave His one & only son, that whoever believes in Him shall not perish but have eternal life. (John 3:16, NIV)




from: Facebook

Tuesday, March 30, 2010

READ : a LOVE LETTER FROM GOD


u have suffered on this earth
…Revelation 21:3-4
I am your Daddy, and I love you even as I love My son, Jesus
…John 17:23
For in Jesus, My love for you is revealed
…John 17:26
He is the exact representation of My being
…Hebrews 1:3
He came to demonstrate that I am for you, not against you
…Romans 8:31
And to tell you that I am not counting your sins
…2 Corinthians 5:18-19
Jesus died so that you and I could be reconciled
…2 Corinthians 5:18-19
His death was the ultimate expression of My love for you…
1 John 4:10
I gave up everything I loved that I might gain your love …
Romans 8:31-32
If you receive the gift of my son Jesus, you receive Me …
1 John 2:23
And nothing will ever separate you from My love again
…Romans 8:38-39
Come home and I'll show the biggest party heaven has ever seen
…Luke 15:7
I have always been Daddy, and will always be Daddy
…Ephesians 3:14-15
My question is…Will you be My child?
…John 1:12-13
I am waiting for you …
Luke 15:11-32
Love, Your Dad... Almighty God

(Written by Barry Adams - editted by Hadi)

http://idesignforgod.com/index.php?topic=10.0

Friday, March 26, 2010

BELAJARLAH MENULIS DI ATAS PASIR


Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar pipi temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : " HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU"

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: "HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU "

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya : "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu ?"

Temannya sambil tersenyum menjawab : "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir, agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut, dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin."

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karena cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah yang telah lalu. Belajarlah menulis diatas pasir.

“Life is an everlasting learning, learn how to be honest to your own heart and learn to have a big opened heart to love deeply and to forgive quickly.“


from: Facebook

Wednesday, March 24, 2010

Renungan untuk kita semua


Pada jaman dahulu, hiduplah seorang pemuda di sebuah tempat yang jauh yang bernama Tandow. Pemuda tersebut adalah seorang anak periang dan tidak peduli terhadap sekelilingnya. Ia mempunyai sahabat kecil yang istimewa, yaitu seekor burung kolibri biru. Ia tidak mempunyai banyak sahabat karib, namun keduanya merupakan sahabat karib yang tak terpisahkan.
Pemuda itu demikian sayangnya terhadap si kolibri biru sehingga ia membuat rumah-rumahan untuk burung tersebut.
Si kolibri biru pun menyayangi pemuda sahabatnya tersebut dan selalu terbang mengikuti ke mana saja si pemuda pergi.

Sejalan dengan berlalunya waktu, kasih sayang di antara mereka berdua juga semakin bertambah-tambah. Sampai suatu hari pemuda tersebut bertemu dengan seorang gadis yang cantik di sekolah. Gadis tersebut berambut pirang, bermata biru, dengan senyumnya yang mungil menawan.

Saat itu acara pesta dansa terbesar sepanjang tahun di Tandow sedang akan berlangsung. Si pemuda berpikir keras bagaimana caranya mengajak si gadis untuk menjadi pasangannya di pesta dansa nanti. Sepanjang hari ia mengumpulkan segenap keberaniannya. Akhirnya, saat sekolah usai, ia menghampiri gadis itu dan mengajaknya ke pesta dansa.

Gadis ini adalah seorang gadis yang sangat populer di sekolahnya. Ia merasa tidak enak bila harus terlihat bersama dengan seseorang yang sangat memperhatikannya. Namun, ia tidak mau menyakiti hati pemuda tersebut.

Akhirnya si gadis menemukan cara agar ia tidak perlu menjawab dengan kata-kata 'ya' atau 'tidak' terhadap ajakan si pemuda. Ia berkata kepada si pemuda bahwa ia bersedia diajak ke pesta dansa olehnya jika si pemuda membawakannya setangkai mawar merah. Hal ini menyakitkan hati si pemuda sebab ia tahu bahwa di Tandow tidak pernah ada mawar berwarna merah. Yang ada hanya mawar putih saja. Si pemuda menggerutu sepanjang jalan menuju rumahnya. Dia tak habis berpikir mengapa si gadis tidak meminta mawar putih saja. Ada ratusan bunga mawar putih yang terhampar di halaman depan rumahnya.

Ia tidak menyadari sahabatnya si burung kolibri terbang mengikutinya sebab ia sedang menyesali nasibnya. Si kolibri demikian menyayanginya sehingga ia tahu bahwa sahabatnya itu sedang dirundung masalah. Burung tersebut terbang mendekat sementara si pemuda meneruskan gerutunya sepanjang jalan. Jelaslah sudah bagi si kolibri bahwa sahabatnya itu sedang mengalami masalah yang amat serius. Burung itu tidak dapat beristirahat sepanjang malam. Ia memikirkan bagaimana cara menolong sahabatnya tersebut.

Akhirnya, saat fajar menyingsing, si burung mendapatkan cara bagaimana ia dapat menolong si pemuda. Burung kolibri kecil itu terbang ke arah semak-semak mawar seraya mencari mawar putih paling besar yang batang berdurinya terletak tepat di atas bunganya. Setelah menemukannya, ia terbang menabrakkan dirinya yang kecil itu ke arah duri tersebut dengan segenap kekuatan sayapnya. Duri tersebut menusuk tubuhnya sedemikian rupa sehingga kesakitanlah ia. Tetesan darahnya yang bagaikan air mata berwarna merah itu mulai mengucur membasahi kelopak bunga mawar berwarna putih tersebut.

Ketika si pemuda bersiap-siap pergi ke sekolah dilihatnya setangkai mawar berwarna merah ada di tengah-tengah semak bunga mawar putih. Ia tidak dapat mempercayai matanya. Ia berlari ke arah mawar merah tersebut serta mencabut tangkainya. Dalam suka citanya ia tidak melihat seonggok tubuh kecil tak bernyawa yang tergeletak di tengah genangan darah di bawah semak-semak.

Dengan gembiranya ia membawa mawar merah itu ke sekolah. Sebelum ia sampai di sekolah, sekumpulan anak-anak muda yang sedang bermain sepak bola di lapangan memanggilnya untuk turut bermain bola dengan mereka. Jawaban pertama yang terlintas di benaknya adalah menolak ajakan tersebut karena ia memiliki pekerjaan yang lebih penting dari hanya sekedar bermain bola. Namun, anak-anak tersebut terus mendesaknya bermain sebab mereka sangat membutuhkan dirinya agar kedua kesebelasan menjadi genap jumlah pemainnya.

Ia melihat ke arah mawar merah, kemudian berpaling ke arah anak-anak itu, lalu kembali menoleh ke arah mawar merah. Akhirnya ia berkata kepada dirinya sendiri, "Ah!!! Bukankah si gadis toh tidak terlalu suka pergi dengan aku?"

Ia lalu membuang mawar merah tersebut dan berlari ke arah kerumunan anak-anak untuk turut bermain sepak bola.



Anda mungkin sudah menemukan perumpamaan tersebut sebagai berikut:
Pemuda tersebut ialah gambaran diri kita
Burung kolibri menggambarkan Yesus Kristus
Gadis menggambarkan kehidupan kekal
Mawar merah melambangkan pertobatan
Sepakbola melambangkan hal-hal duniawi yang seringkali kita anggap sangap penting dalam kehidupan


from: Facebook
Xavier_Live_Notes © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: