Friday, June 11, 2010

Mengubah Hati


MERUBAH HATI

Kita tak bisa menghentikan hujan atau menutup terik matahari dengan awan . Tapi kita bisa menggunakan payung !

Kita tak bisa merubah arah angin namun kita dapat menyetir layar perahu

Kita tak mungkin mencabut semua duri-duri di semua jalan namun kita bisa mengenakan alas kaki yang tebal!

Kita tidak bisa menutup mulut semua orang namun kita bisa belajar tuli.

Kita tidak perlu susah-susah merubah keadaan, dan tak perlu buang waktu merubah orang lain.

Yang perlu kita ubah adalah ♥
hati kita. Kalau hati ♥ berubah, keadaan akan berubah!
Kalau hati ♥ menjadi baik, ucapan dan perilaku akan menjadi baik.
Tak perlu mendesak orang menjadi baik, orang-orang akan menjadi baik dengan sendirinya..

Have A Nice Day;)


from: facebook

Sekilas rasa


Disaat kamu ingin melepaskan seseorang..ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya
Disaat kamu mulai tidak mencintainya...ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya
Disaat kamu mulai bosan dengannya...ingatlah selalu saat terindah bersamanya
Disaat kamu ingin menduakannya...bayangkan jika dia selalu setia
Saat kamu ingin membohonginya...ingatlah disaat dia jujur padamu


Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu
Jangan sampai di saat dia sudah tidak disisimu,
Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu

Yang indah hanya sementara
Yang abadi adalah kenangan
Yang ikhlas hanya dari hati
Yang tulus hanya dari sanubari


Tidak mudah mencari yang hilang
Tidak mudah mengejar impian

Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada

Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga

Ingatlah pada pepatah,
"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....

Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas
Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun...
Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi
Sehelai benang pun tak bisa dimiliki
Apalagi yang mau diperebutkan
Apalagi yang mau disombongkan
Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
Jangan terlalu perhitungan
Jangan hanya mau menang sendiri
Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita
Belajarlah tiada hari tanpa kasih
Selalu berlapang dada dan mengalah
Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan....
Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan

Tak ada dendam yang tak bisa terhapus.... 
 
 

Kopi Asin


Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis.
Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat.
Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.

Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang aja yuk?"

Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?"
Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali!
Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.

Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?"

Si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini.
Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana."

Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu.
Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya.
Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana , masa kecilnya, dan keluarganya.

Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.


Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat peduli ... betul-betul seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu!
Untung ada kopi asin!

Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.

Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu ... tentang kopi asin."

Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.

Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu.
Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku.
Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.

Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam?

Si gadis pasti menjawab, "Rasanya manis."




Kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang seseorang itu bukan seperti yang anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi.

Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula.



from: Facebook 

Saturday, May 1, 2010

Pilihan

Sesekali aku berpikir dan mencoba mengerti, mengapa Tuhan memberikan kebebasan kepada kita dengan resiko kita akan menolak diriNya? Mengapa tidak dibuatNya kita semua menurut padaNya tanpa adanya pilihan? Toh Dia patut ditaati sebagai Allah pencipta segalanya. Mengapa juga Ia tidak menciptakan kita tanpa perasaan ketika menaatiNya? Dengan begitu kan kita tidak akan ada yang terpaksa untuk menaatiNya.

Jika kita pernah begitu putus asa berada di kondisi di mana kita tidak bisa memilih untuk diri kita sendiri. Kondisi di mana kita seakan tidak punya pilihan lain, mungkin kita akan mengerti mengapa Allah tidak melakukannya.

Jika kita yang punya perasaan ini pernah memiliki atau hidup dengan robot yang bekerja untuk kita 24 jam sehari tanpa minta istirahat, tanpa mengeluh, dan bahkan tidak kelihatan membutuhkan kita, mungkin kita akan mengerti perasaan Allah jika Ia melakukannya.

Suatu saat jika kita mempunyai anak, kita akan tersenyum dan bahagia melihat bayi mungil itu. Melihat mereka beranjak besar dan dewasa. Kita bahagia memberikan segala hal paling baik bagi mereka karena mereka adalah anak kita. Kita tersenyum ketika mereka membuat kecerobohan-kecerobohan karena berusaha menyenangkan kita. Kita bahagia ketika mereka memeluk kita dan bilang “aku sayang mama dan papa!” kita bahagia melihat wajah mereka yang sedang terlelap tidur.

Resiko terbesar ketika kita memiliki anak adalah bahwa mereka memiliki kebebasan. Baik untuk patuh maupun tidak kepada kita. Kita menangis jika mereka melawan. Kita menangis ketika mereka berbuat kesalahan besar dan menyakiti hati kita. Meski begitu, kita tetap menerima mereka.

Bagi orang tua, anak mereka adalah yang paling cantik dan berharga. Meskipun mungkin seluruh dunia menganggapnya jelek, mereka akan tetap menganggap anak mereka cantik. Dan meskipun sang anak selalu mendukakan hati mereka, mereka selalu dan akan selalu berdoa yang terbaik untuk anak mereka.

Jika dan jika hari itu datang, kita mungkin akan mengerti mengapa.



from: Facebook

Life Pencil

Sebuah pensil
Seorang pembuat pensil sebelum mengutus pensilnya ke dunia memberikan empat pesan :
1. Kamu bisa melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi hanya jika kamu mau berada ditangan seseorang.
2. Kamu akan menderita setiap kali kamu diruncingkan, tetapi kamu perlu itu untuk menjadi pensil yang baik.
3. Bagian yang terpenting dari hidupmu adalah bagian yang ada di dalam, bukan bagian luarnya.
4. Pada permukaan manapun juga, selalu tinggalkan jejakmu dan teruslah menulis.

Ilustrasi di atas menyimpan kebenaran rohani yang luar biasa :
1. Kita memiliki potensi yang luar biasa dan mampu melakukan hal yang besar. Hanya saja kalau kita membiarkan diri berada di tangan Tuhan.
2. Ada kalanya kita mengalami proses2 pengeratan dan peruncingan yang sangat menyakitkan. Itu membuat kita sangat menderita tetapi mau tidak mau kita akan melewati proses itu demi kebaikan kita sendiri. Proses pengeratan kedagingan kita akan membuat karakter ilahi muncul dalam hidup kita.
3. Bagian yang terpenting dalam hidup kita adalah bagian yang didalam. Jangan pernah terjebak dengan hal2 yang merupakan penampilan luar saja. Tuhan tidak pernah tergiur dengan topeng2 kita. Tuhan lebih melihat ke dalam hati kita.
4. Dimana pun Tuhan taruh kita, selalu tinggalkan jejak “tulisan2 yang benar2 bisa mempengaruhi orang yang membacanya. Jadilah pribadi yang berpengaruh dan selalu meninggalkan kesan yang mendalam bagi setiap orang yang bertemu dengan kita.
Sudahkah kita menjadi pensil yang meninggalkan goresan mendalam? 





from: Facebook
Xavier_Live_Notes © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: