Monday, June 21, 2010

Sebuah hal yang patut dipertahankan


Cinta itu... kata orang butuh pengorbanan.

Cinta itu...
semakin dipikirkan semakin rumit.
Oleh karena itu ada baiknya jangan terlalu dipikirkan :)
Sebuah cinta, ada baiknya jangan dipaksakan karena besar kemungkinan akan menghasilkan buah yang kurang baik.

Cinta itu, kata orang butuh kepasrahan.
Hanya orang bodoh yang hanya berpasrah.

Cinta itu, kata orang akan datang sendiri. Setiap orang sudah punya jodohnya masing-masing.
Kalau demikian, ada baiknya kita tidur-tiduran dikamar karena ketika waktunya, jodoh akan datang dan mengetuk kamar kita.

...

Apa yang terpenting dalam cinta?
Bukanlah kepasrahan, maupun pengorbanan. Akan tetapi kepercayaan dan kesetiaan.
Ketika kepercayaan tanpa kesetiaan, cinta tidak akan berbuah secara maksimal. Yang ada malah kecemburuan, iri hati dan dendam.
Ketika kesetiaan tanpa kepercayaan, cinta juga tidak akan berbuah secara maksimal. Yang ada malah was-was, posesif dan keraguan.

Pengorbanan adalah sebuah turunan dari kepercayaan dan kesetiaan. Pengorbanan disini dalam arti yang positif dimana seseorang berusaha untuk percaya dan setia.

Seperti kata diatas, cinta itu butuh kepasrahan. Cinta itu tidak bisa diraih atau dipertahanan hanya dengan kepasrahan. Hanya orang bodoh yang berpikir demikian. Untuk meraih atau mempertahankan cinta, orang harus aktif demi cinta tersebut.

Cobalah untuk percaya dan setia dalam mencintai dan dicintai. Karena, yakinlah, memelihara cinta jauh lebih susah dari memulai dan mengakhiri.
 
 
 

Perbedaan Antara Suka, Sayang dan Cinta


Perbedaan antara suka,,sayang,,dan cinta !

Suka adalah saat kamu ingin memiliki seseorang. . .

Sayang adalah saat kamu ingin membahagiakan orang itu. . .

Dan cinta adalah saat kamu akan berkorban untuk orang itu . . .

Saat kamu bersedih dan menangis maka seseorang yg “menyukaimu” akan berkata ’sudahlah jgn menangis lg’

tp seseorang yg ‘menyayangi’ akan diam dan ikut menangis bersamamu . . .

Dan seseorang yg ‘mencintaimu’ akan membiarkanmu menangis dan menunggumu hingga tenang lalu berkata ‘mari kita selesaikan ini bersama’

saat seseorang yg menyukaimu berada disampingmu maka dia akan bertanya ‘bolehkah aku menciummu?’

tp seseorang yg menyayangimua maka dia akan berkata ‘biarkan aku memelukmu’

dan seseorang yg mencintaimu takkan berbicara..dia hanya akan selalu memegang erat tanganmu seakan dia takkan mau membiarkanmu terjatuh . . .

Saat kamu menyukai seseorang dan seseorang itu menyakitimu maka kamu akan marah dan takkan mau lg berbicara dengannya..

Tp jika kamu menyayangi seseorang dan seseorang itu menyakitimu maka kamu akan menangis karenanya..

Dan jika kamu mencintai seseorang dan seseorang itu menyakitimu maka kamu akan tersenyum walau itu pahit dan berkata ‘dia hanya belum tahu apa yg dia lakukan’

suka hanyalah keegoisan diri sendiri…
Sayang adalah memberi dan menerima..
Dan cinta adalah rela berkorban…

Suka hanya akan berbuat jika itu menyenangkan..
Sayang berbuat karena ingin selalu ada untuknya..
Dan cinta berbuat karena tak ingin membuatnya terluka tak peduli bgaimana keadaan kita. . .

Pick up yourself !!


from: kaskus

Thursday, June 17, 2010

Seberapa lama akar itu tertanam?


Pada suatu hari seorang tua yang bijaksana berjalan melalui hutan bersama seorang muda yang terkenal tidak bertanggung jawab dan kepala batu. Orang tua itu menghentikan langkahnya, lalu menunjuk sebuah pohon yang masih kecil. "Cabutlah pohon itu," katanya. Segara pemuda itu membungkuk, dan hanya dengan dua jari saja ia dengan mudah dapat mencabut pohon itu.

Setelah berjalan lebih jauh lagi, orang tua itu berhenti di depan sebuah pohon yang agak besar. "Coba cabut pohon ini," katanya. Sekali lagi pemuda itu menuruti perimtahnya, namun kali ini dia menggunakan kedua tangannya dan dengan sekuat tenaga mencabut akar pohon itu.

Akhirnya, mereka berhenti lagi di depan sebuah pohon yang sangat besar. "Sekarang, cabutlah pohon ini!" perintahnya lagi.

"Wah, itu tidak mungkin!" protes pemuda itu.

"Aku tidak dapat mencabut pohon sebesar ini. Untuk memindahkannya diperlukan sebuah buldoser."

"Engkau benar sekali," Jawab orang tua itu.

"Kebiasaan, entah baik ataupun buruk, sama seperti pohon-pohon itu. Kebiasaan yang belum berakar dalam seperti pohon yang masih sangat kecil, dapat dicabut dengan sangat mudah. Kebiasaan yang akarnya mulai mendalam seperti pohon yang sudah agak besar; untuk mencabutnya diperlukan usaha dan tenaga yang kuat.
Kebiasaan yang sudah sangat lama telah berakar sangat dalam, sehingga orang itu sendiri tidak bisa lagi mencabutnya. Jagalah dirimu agar kebiasaan yang sedang engkau tanamkan adalah kebiasaan-kebiasaan baik."

Coba ambil waktu dan selidiki hati Anda. Adakah kebiasaan buruk Anda yang masih sangat kecil tertanam di hati Anda? Adakah ‘pohon’ buruk yang sudah agak besar?
Yang lebih penting, adakah ‘pohon’ besar yang sudah tertanam begitu lama? Jika ada, carilah penyelesaian masalah atas kebiasaan buruk Anda. Tanya orang lain yang menurut Anda bisa dipercaya dan mampu menyelesaikan masalah Anda.

Tidak hanya itu, berdoa kepada Tuhan merupakan obat bagi penyelesaian masalah Anda. Ubah sedikit demi sedikit perilaku yang buruk menjadi baik. Walau sesekali Anda gagal, terus ulangi. Dengan sikap ingin berubah yang total, Anda bisa membuang ‘akar’ jelek tersebut.


from: Facebook

Buah & Berlian

 
“Wanita yang bernilai tinggi itu ibarat buah yang ada di bagian paling atas pohon, dia menganggap dirinya jelek karena tidak seorang pun yang mau memetiknya. Padahal hanya pria ksatria yang bersedia memanjat pohon demi mendapatkan buah yang bernilai tinggi itu. Sementara pria-pria biasa hanya puas dengan buah-buah jelek di bawah.” Yah sebenarnya saya tidak ingat apa bunyi persisnya. Yang pasti pesan mendalam yang kutangkap adalah jadilah sabar! Seringkali banyak wanita yang merasa khawatir diri mereka terlalu jelek (jelek di sini bukan hanya tentang penampilan fisik) sehingga tidak memiliki pasangan hidup. Itu kan yang biasanya wanita rasakan apalagi kalau usianya sudah rawan di mana teman-temannya sudah banyak yang menikah. Makin khawatirlah wanita itu.



Sempat beberapa kali saya bagikan cerita ini teman-teman wanita saya terutama kalau kita sedang membicarakan “menunggu” pasangan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Kami memiliki harapan yang sama bahwa seorang pria yang tepat akan memetik kami di ketinggian meski itu berarti lebih repot dan menyusahkan baginya. Sampai suatu hari seorang teman laki-laki saya menghancurkan gambaran ini dengan komentarnya (yang tentunya bermaksud bercanda)!xD

kalau kelamaan nunggu bisa busuk tuh buahnya! grr..beraninya dia merusak cerita yang sudah begitu romantis itu…hahaha…saat itu saya memang tidak memiliki jawaban untuk komentarnya itu. Saya hanya bisa menanggapi dengan mengatakan “jangan dikritisi dong ceritanya!”

Tapi hari ini saya menemukan perumpamaan yang lebih bagus dari pohon apel tentang bernilainya wanita yang hatinya terpaut pada Tuhan. Yang rasa amannya bukan diperoleh dari cinta laki-laki tetapi dari kasih Allah. Wanita seperti yang digambarkan Amsal 31. Wanita seperti ini ibarat sebuah berlian asli, jernih, putih, tak bercacat, tanpa belerang, tanpa noda, murni dengan potongan yang sempurna. Jika kita hendak membeli berlian seperti ini, kita tidak akan menemukannya di ruang depan toko perhiasan. Si penjual akan membawa kita ke ruang dalam kemudian ia kan membuka lemari besi, memutar nomor kombinasi, dan mengeluarkan sebuah kotak. Setelah duduk dan menyalakan lampu, ia akan membuak kotak itu dan mengeluarkan sebuah nampan berlapis beludru hitam. Kemudian ia akan mengambil alat untuk memegang batu-batuan, dengan hati-hati memilih sebutir berlian dan mengangkatnya ke arah cahaya untuk diperlihatkan padamu. Ia hanya diperlihatkan padamu dan bukan orang-orang yang berlalu lalang depan toko karena kamulah yang benar-benar akan membeli berlian itu!

Kata-kata dalam buku yang kubaca memberi penjelasan tentang perumpamaan ini “kau (wanita) seperti berlian itu. Kau bukan untuk dilihat oleh setiap pria, hanya untuk ia yang memiliki tujuan yang serius terhadapmu. Tetapi, jika kau sendiri tidak mengetahui nilai dari hatimu, kau akan menjajakannya bersama perhiasan murahan di meja depan yang mudah dihampiri. Hatimu akan dipenuhi sidik jarim dan kau akan bertanya-tanya mengapa tidak ada yang membelinya.”


Setidaknya maksud kedua perumpamaan itu sama yaitu tentang betapa berharganya wanita yang tahu nilai hatinya sehingga memang mereka terlihat “tidak laku” tetapi sebenarnya hanya pria yang bersungguh-sungguh terhadap dirinyalah yang akan mendapatkan hati wanita itu. Meskipun intinya sama, saya lebih menyukai perumpamaan berlian karena setidaknya teman saya tidak bisa lagi berkomentar “buahnya bisa busuk kalau kelamaan tidak dipetik.” xD

Don’t you worry about your best future partner!
Let Him set the right time for both of you! =D

Written esp. for lady in waiting =) or even men in seeking..xD

referensi : Hammond Michelle McKinney. 2000. If Men Are Like Buses, Then How Do I Catch One?. California: Multnomah Publishers, Inc.
 
 
from: facebook

Monday, June 14, 2010

1 detik untuk membaca

from . http://white-aqua.blogspot.com/2010/06/1-detik-untuk-membaca.html




Apa yang kita lakukan hari ini, mungkin hampir tidak ada bedanya dengan kemarin. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin adalah sebuah rutinitas. Akan tetapi, ada satu hal yang setiap hari berbeda, yaitu pengalaman dan usia. Sadar atau tidak sadar, waktu terus berjalan. Sedetik yang telah lewat tidak dapat kembali. Jikalau waktu dapat dijual, tidak dapat disangkal, orang akan membeli waktu sebanyak-banyaknya.

Ada pepatah, waktu satu detik bagi pembalap adalah waktu yang sangat menentukan, apakah ia menjadi juara pertama atau kedua atau mungkin tidak juara.

Waktu satu detik bagi dokter yang sedang melakukan operasi adalah satu detik dimana nyawa pasien ditentukan.

Waktu satu detik bagi orang yang sakit keras adalah sebuah anugrah bahwa ia dapat melewati detik-detik sebelumnya. Satu detik lebih lama, berarti satu detik ia dapat merasakan kebersamaan dengan orang-orang terdekatnya di dunia fana ini.

Seorang teman pernah berkata “kau semakin dekat dengan kematianmu. Selamat ulang tahun”… Jika dibaca sekilas, kata-kata tersebut seolah-olah mengutuk kita agar cepat mati, tetapi ternyata tidak. Kita berulang tahun berarti kita bertambah tua. Bertambah banyak pengalaman yang telah kita dapat (meski belum tentu menjadikan kita bijaksana). Bertambah tua setahun menjadikan kita telah melewati satu tahun. Apa yang telah kau lakukan selama tahun yang telah berlalu tersebut dan mengapa kau melakukannya dapat menjadi sebuah refleksi pribadi agar tahun yang kau jalani menjadi lebih baik.

Menjadi lebih tua diharapkan mendapatkan pengalaman yang banyak. Lebih tua diharapkan menjadi lebih bijaksana. Lebih tua diharapkan dapat menentukan sebuah pilihan yang benar. Sebuah pilihan yang baik adalah sebuah pilihan yang benar bukan yang enak (Mario Teguh).

Mungkin ketika kau membaca tulisan ini memakan waktu beberapa detik, bahkan menit, tetapi semoga apa yang kau baca berguna hingga melebihi waktu yang kau gunakan untuk membaca tulisan ini.

 
Xavier_Live_Notes © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: