Tuesday, March 30, 2010

READ : a LOVE LETTER FROM GOD


u have suffered on this earth
…Revelation 21:3-4
I am your Daddy, and I love you even as I love My son, Jesus
…John 17:23
For in Jesus, My love for you is revealed
…John 17:26
He is the exact representation of My being
…Hebrews 1:3
He came to demonstrate that I am for you, not against you
…Romans 8:31
And to tell you that I am not counting your sins
…2 Corinthians 5:18-19
Jesus died so that you and I could be reconciled
…2 Corinthians 5:18-19
His death was the ultimate expression of My love for you…
1 John 4:10
I gave up everything I loved that I might gain your love …
Romans 8:31-32
If you receive the gift of my son Jesus, you receive Me …
1 John 2:23
And nothing will ever separate you from My love again
…Romans 8:38-39
Come home and I'll show the biggest party heaven has ever seen
…Luke 15:7
I have always been Daddy, and will always be Daddy
…Ephesians 3:14-15
My question is…Will you be My child?
…John 1:12-13
I am waiting for you …
Luke 15:11-32
Love, Your Dad... Almighty God

(Written by Barry Adams - editted by Hadi)

http://idesignforgod.com/index.php?topic=10.0

Friday, March 26, 2010

BELAJARLAH MENULIS DI ATAS PASIR


Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar pipi temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : " HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU"

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: "HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU "

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya : "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu ?"

Temannya sambil tersenyum menjawab : "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir, agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut, dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin."

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karena cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah yang telah lalu. Belajarlah menulis diatas pasir.

“Life is an everlasting learning, learn how to be honest to your own heart and learn to have a big opened heart to love deeply and to forgive quickly.“


from: Facebook

Wednesday, March 24, 2010

Renungan untuk kita semua


Pada jaman dahulu, hiduplah seorang pemuda di sebuah tempat yang jauh yang bernama Tandow. Pemuda tersebut adalah seorang anak periang dan tidak peduli terhadap sekelilingnya. Ia mempunyai sahabat kecil yang istimewa, yaitu seekor burung kolibri biru. Ia tidak mempunyai banyak sahabat karib, namun keduanya merupakan sahabat karib yang tak terpisahkan.
Pemuda itu demikian sayangnya terhadap si kolibri biru sehingga ia membuat rumah-rumahan untuk burung tersebut.
Si kolibri biru pun menyayangi pemuda sahabatnya tersebut dan selalu terbang mengikuti ke mana saja si pemuda pergi.

Sejalan dengan berlalunya waktu, kasih sayang di antara mereka berdua juga semakin bertambah-tambah. Sampai suatu hari pemuda tersebut bertemu dengan seorang gadis yang cantik di sekolah. Gadis tersebut berambut pirang, bermata biru, dengan senyumnya yang mungil menawan.

Saat itu acara pesta dansa terbesar sepanjang tahun di Tandow sedang akan berlangsung. Si pemuda berpikir keras bagaimana caranya mengajak si gadis untuk menjadi pasangannya di pesta dansa nanti. Sepanjang hari ia mengumpulkan segenap keberaniannya. Akhirnya, saat sekolah usai, ia menghampiri gadis itu dan mengajaknya ke pesta dansa.

Gadis ini adalah seorang gadis yang sangat populer di sekolahnya. Ia merasa tidak enak bila harus terlihat bersama dengan seseorang yang sangat memperhatikannya. Namun, ia tidak mau menyakiti hati pemuda tersebut.

Akhirnya si gadis menemukan cara agar ia tidak perlu menjawab dengan kata-kata 'ya' atau 'tidak' terhadap ajakan si pemuda. Ia berkata kepada si pemuda bahwa ia bersedia diajak ke pesta dansa olehnya jika si pemuda membawakannya setangkai mawar merah. Hal ini menyakitkan hati si pemuda sebab ia tahu bahwa di Tandow tidak pernah ada mawar berwarna merah. Yang ada hanya mawar putih saja. Si pemuda menggerutu sepanjang jalan menuju rumahnya. Dia tak habis berpikir mengapa si gadis tidak meminta mawar putih saja. Ada ratusan bunga mawar putih yang terhampar di halaman depan rumahnya.

Ia tidak menyadari sahabatnya si burung kolibri terbang mengikutinya sebab ia sedang menyesali nasibnya. Si kolibri demikian menyayanginya sehingga ia tahu bahwa sahabatnya itu sedang dirundung masalah. Burung tersebut terbang mendekat sementara si pemuda meneruskan gerutunya sepanjang jalan. Jelaslah sudah bagi si kolibri bahwa sahabatnya itu sedang mengalami masalah yang amat serius. Burung itu tidak dapat beristirahat sepanjang malam. Ia memikirkan bagaimana cara menolong sahabatnya tersebut.

Akhirnya, saat fajar menyingsing, si burung mendapatkan cara bagaimana ia dapat menolong si pemuda. Burung kolibri kecil itu terbang ke arah semak-semak mawar seraya mencari mawar putih paling besar yang batang berdurinya terletak tepat di atas bunganya. Setelah menemukannya, ia terbang menabrakkan dirinya yang kecil itu ke arah duri tersebut dengan segenap kekuatan sayapnya. Duri tersebut menusuk tubuhnya sedemikian rupa sehingga kesakitanlah ia. Tetesan darahnya yang bagaikan air mata berwarna merah itu mulai mengucur membasahi kelopak bunga mawar berwarna putih tersebut.

Ketika si pemuda bersiap-siap pergi ke sekolah dilihatnya setangkai mawar berwarna merah ada di tengah-tengah semak bunga mawar putih. Ia tidak dapat mempercayai matanya. Ia berlari ke arah mawar merah tersebut serta mencabut tangkainya. Dalam suka citanya ia tidak melihat seonggok tubuh kecil tak bernyawa yang tergeletak di tengah genangan darah di bawah semak-semak.

Dengan gembiranya ia membawa mawar merah itu ke sekolah. Sebelum ia sampai di sekolah, sekumpulan anak-anak muda yang sedang bermain sepak bola di lapangan memanggilnya untuk turut bermain bola dengan mereka. Jawaban pertama yang terlintas di benaknya adalah menolak ajakan tersebut karena ia memiliki pekerjaan yang lebih penting dari hanya sekedar bermain bola. Namun, anak-anak tersebut terus mendesaknya bermain sebab mereka sangat membutuhkan dirinya agar kedua kesebelasan menjadi genap jumlah pemainnya.

Ia melihat ke arah mawar merah, kemudian berpaling ke arah anak-anak itu, lalu kembali menoleh ke arah mawar merah. Akhirnya ia berkata kepada dirinya sendiri, "Ah!!! Bukankah si gadis toh tidak terlalu suka pergi dengan aku?"

Ia lalu membuang mawar merah tersebut dan berlari ke arah kerumunan anak-anak untuk turut bermain sepak bola.



Anda mungkin sudah menemukan perumpamaan tersebut sebagai berikut:
Pemuda tersebut ialah gambaran diri kita
Burung kolibri menggambarkan Yesus Kristus
Gadis menggambarkan kehidupan kekal
Mawar merah melambangkan pertobatan
Sepakbola melambangkan hal-hal duniawi yang seringkali kita anggap sangap penting dalam kehidupan


from: Facebook

Saturday, March 13, 2010

God Protect Us


A teenage girl about 17 had gone to
visit some friends one evening and
time passed quickly as each shared
their various experiences of the
past year.

She ended up staying longer than
planned, and had to walk home alone.
She wasn't afraid because it was a
small town and she lived only a few
blocks away.

As she walked along under the tall elm
trees , Diane asked God to keep her
safe from harm and danger.

When she reached the alley, which was
a short cut to her house, she decided
to take it.

However, halfway down the alley she
noticed a man standing at the end as
though he were waiting for her.

She became uneasy and began to pray,
asking for God's protection.

Instantly a comforting feeling of
quietness and security wrapped round
her, she felt as though someone was
walking with her.

When she reached the end of the alley,
she walked right past the man and
arrived home safely.

The following day, she read in the
newspaper that a young girl had been
raped in the same alley just twenty
minutes after she had been there.

Feeling overwhelmed by this tragedy
and the fact that it could have been
her, she began to weep.

Thanking the Lord for her safety and
to help this young woman, she decided
to go to the police station.

She felt she could recognize the man,
so she told them her story.

The police asked her if she would be
willing to look at a lineup to see
if she could identify him.

She agreed and immediately pointed
out the man she had seen in the alley
the night before.

When the man was told he had been
identified, he immediately broke down
and confessed.

The officer thanked Diane for her
bravery and asked if there was
anything they could do for her.

She asked if they would ask the man
one question.

Diane was curious as to why he had
not attacked her.

When the policeman asked him, he
answered, "Because she wasn't alone.
She had two tall men walking on
either side of her."


PS: God is always there in your heart
and loves you no matter what.....and
if you stand up 4 him he will stand up for you.
Spread his word !!


from: Facebook

Mata Ibu


Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku benci dia. Dia benar - benar membuatku malu. Dia bekerja sebagai juru masak bagi para murid dan guru - guru sebagai penghasilan untuk mendukung kehidupan ekonomi keluarga.

Pada suatu hari disekolah dasar, dia datang dan menyapaku. Aku benar - benar malu! Bagaimana bisa dia melakukan ini padaku!? Aku mengabaikannya, menatapnya dengan penuh kebencian dan berlari meninggalkannya.

Keesokan harinya di sekolah, aku jadi bahan ledekan bagi teman - teman, mereka berkata, "Ibumu hanya memiliki satu mata!!" Aku ingin mengubur diriku sendiri. Aku ingin ibuku menghilang! Aku memarahinya pada hari itu dan berkata. "Jika kau hanya bisa membuatku jadi bahan lelucon untuk ditertawakan, mengapa kau tidak mati saja?! Ibuku hanya diam. Aku bahkan tidak berpikir dua kali terhadap apa yang kukatakan, karena aku benar - benar sedang marah. Aku mengabaikan perasaannya.

Aku ingin pergi dari rumah, dan tidak pernah berurusan lagi dengannya. Maka aku belajar dengan giat dan akupun mendapatkan kesempatan untuk meneruskan sekolah di kota lain yang lebih baik.

Lalu, aku menikah. Aku membeli rumah sendiri. Aku mempunyai anak. Aku benar - benar bahagia dengan kehidupanku, anak - anak dan kenyamanan ini.

Hingga pada suatu hari, ibuku datang untuk mengunjungiku. Dia tidak pernah bertemu denganku selama bertahun - tahun bahkan dia tidak pernah bertemu dengan anakku, cucunya sendiri. Pada saat dia berdiri didepan itu, anakku menertawakannya, dan aku memarahinya karena datang tanpa diundang. Aku berteriak padanya, "Beraninya kau datang kerumahku dan menakuti anakku!! Pergi dari sini!! SEKARANG!! Lalu ibuku menjawab dengan pelan, "Oh maaf, sepertinya aku salah alamat", dan dia pun pergi.

Suatu hari, sebuah surat mengenai acara reuni sekolah dikirimkan padaku. Dan aku berbohong pada istriku kalau aku sedang ada urusan pekerjaan diluar kota.

Setelah acara reuni sekolah, aku pergi ke rumah tua (rumah ibuku) karena penasaran. Tetanggaku mengatakan kalau dia telah meninggal dunia. Aku tidak meneteskan setetes air matapun. Lalu mereka memberikanku surat dari ibuku.

"Anakku sayang, Ibu selalu memikirkanmu selama ini. Ibu minta maaf karena telah datang kerumahmu dan menakuti anakmu. Ibu senang ketika mendengar engkau akan datang ke acara reuni sekolah. Tapi Ibu bahkan tidak sanggup untuk turun dari tempat tidur untuk menemui. Ibu minta maaf jika Ibu selalu membuatmu malu. Dulu... waktu engkau masih sangat kecil, engkau mengalami kecelakaan dan kehilangan matamu. Sebagai seorang Ibu, aku tidak bisa melihatmu tumbuh hanya dengan satu mata. Maka Ibu memberikanmu mataku. Ibu sangat bangga dengan anakku yang bisa melihat dunia baru untukku, ditempatku, dengan mata itu.
Dengan seluruh cinta, Ibumu..."

Ibu adalah mahkluk paling mulia di dunia ini. Seseorang yang benar - benar mencintai kita. Ia bahkan rela mengorbankan apapun untuk kebahagian kita, meskipun itu nyawanya sendiri.
Cinta yang paling mulia, yang paling suci, yang paling besar adalah cinta seorang Ibu terhadap anaknya.
Walaupun sebenarnya, didunia ini ada juga Ibu yang tidak demikian, bahkan sebaliknya...
Xavier_Live_Notes © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: